“Seperti makanan, penyimpanan ASI perah juga perlu memperhatikan waktu penyimpanannya. Sesuai dengan rekomendasi AIMI ASI, semakin pendek waktu penyimpanannya dan tidak sampai dibekukan, maka akan semakin baik kualitas ASI, terutama untuk kandungan antibodinya. Jadi, catat berapa banyak frekuensi anak menyusu selama sehari, lalu sesuaikan dengan hasil pompa kita.
Contohnya kalau menurut pengalaman saya, hasil perah di hari Senin, akan diminum di hari Selasa, dan seterusnya. Nah, karena saya libur di akhir pekan dan kalau saya di rumah anak akan menyusu langsung dari payudara, maka hasil perah yang didapat di hari Jumat, akan diminum di hari Senin minggu berikutnya. Manajemen pemberian ASI perah ini pasti bisa berbeda untuk masing-masing ibu, ya. Namun kalau boleh saya sarankan, stok ASI perah yang dibekukan di freezer benar-benar hanya buat jaga-jaga kalau kondisi saya tak memungkinkan, misal tiba-tiba sakit dan harus minum antibiotik.”
Meri, general practitioner di RSIA Brawijaya Antasari.