Penanganan Tuntas Neuralgia Trigeminal Si Penyebab Nyeri Paling Parah di Dunia
Penyakit neuralgia trigeminal dijuluki suicide disease karena banyak pasien yang mencoba melakukan bunuh diri karena nyeri. Tapi, kondisi ini bisa diterapi.
Nama Paten :
Dialon
Indomethacin adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri untuk penyakit-penyakit peradangan pada sendi. Misalnya osteoartritis atau radang pada sendi yang biasa terjadi di sendi lutut, dengan skala sedang sampai parah. Selain itu untuk meredakan nyeri pada reumatoid artritis. Reumatoid artritis adalah penyakit autoimun yang mengakibatkan peradangan di persendian. Penyakit lain yang bisa diobati dengan inomethacin adalah gout atau asam urat.
Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada sendi akibat kadar asam urat berlebih dalam tubuh. Selain itu ada ankylosing spondylitis yang merupakan radang sendi pada tulang punggung sehingga punggung belakang terasa nyeri dan kaku.
Selain itu, indometachin juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri bahu yang disebabkan oleh bursitis atau peradangan pada bagian bursa (kantong berisi cairan pelumas yang terletak pada sendi) atau tendonitis (peradangan yang terjadi pada tendon).
Indomethacin merupakan jenis obat golongan anti-inflamasi non steroid atau NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi hormon yang menyebabkan inflamasi dan nyeri pada tubuh.
Seperti obat golongan NSAID lainnya, indomethacin juga dapat memberikan beberapa efek samping. Konsultasikan dengan dokter jika mengalami efek samping berikut:
1. Efek samping indomethacin yang jarang terjadi adalah peningkatan produksi asam lambung, sendawa, diare, rasa panas pada dada, gangguan pencernaan, mual, muntah.
2. Efek samping yang jarang terjadi di antaranya kesemutan/mati rasa, sariawan, depresi, pening, kulit kering, rambut rontok, sakit kepala, kehilangan keseimbangan, mimisan, kejang, konstipasi berat, kulit kemerahan/bentol, tenggorokan serak, penurunan berat badan yang penyebabnya tidak jelas, pendarahan pada vagina.
Untuk menggunakan obat indomethacin, pastikan Kamu memerhatikan aturan pemakaian seperti berikut ini:
1. Ikuti petunjuk yang tertera pada label pemakaian obat. Jangan menggunakan obat ini dengan dosis lebih besar atau lebih kecil daripada yang sudah direkomendasikan. Gunakan dosis efektif terendah untuk mengobati kondisi penyakit.
2. Jangan menggerus, mengunyah, memecahkan atau membuka kapsul lepas lambat. Telan obat secara utuh.
3. Meminum indomethacin saat trimester 3 kehamilan mungkin dapat membahayakan bayi yang sedang dikandung. Beritahu dokter jika sedang hamil atau diketahui hamil saat sedang menjalani pengobatan dengan indomethacin.
4. Indomethacin dapat menembus ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi. Jangan menyusui saat sedang meminum indomethacin.
5. Indomethacin tidak diperkenankan digunakan oleh siapapun yang berusia 6. Simpan indomethacin pada suhu kamar dan jauhkan dari tempat yang lembap dan panas. Jangan bekukan sirup indomethacin.
Indomethacin tersedia dalam 3 jenis sediaan yaitu oral, rektal (dimasukkan ke dalam anus), dan untuk mata. Setiap sediaan memiliki anjuran dosis yang berbeda-beda sebagai berikut:
Indomethacin dalam sediaan oral:
1. Untuk mengobati gangguan pada muskuloskeletal dan gangguan pada sendi, dosis awalnya 25 mg dua kali sehari atau tiga kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan jika dibutuhkan menjadi 25-50 mg per minggu dengan rentang dosis 150-200 mg/hari.
2. Untuk mengobati sakit sendi akut, dosisnya 150-200 mg/hari dalam dosis terbagi.
3. Untuk mengobati nyeri haid, dosisnya 75 mg/hari.
Indomethacin dalam sediaan rektal (dimasukkan ke dalam anus):
1. Untuk mengobati gangguan pada muskuloskeletal dan gangguan pada sendi, indomethacin diberikan dalam bentuk supposituria dengan dosis 100 mg. Cara penggunaannya, masukkan ke dalam anus pada malam hari dan ulangi pada pagi hari jika dibutuhkan.
Indomethacin dalam sediaan untuk mata:
1. Untuk menghambat miosis atau pupil mengalami konstriksi saat operasi, dosisnya adalah 4 tetes saat 1 hari sebelum operasi, kemudian 4 tetes saat 3 jam sebelum operasi.
2. Untuk pencegahan dan pengurangan bengkak pada mata setelah operasi, dosisnya 1 tetes 4-6 kali sehari.
3. Untuk mengurangi nyeri setelah operasi keratektomi fotorefraktif (lasik), dosisnya adalah 1 tetes 4 kali sehari selama beberapa hari setelah operasi.
Penggunaan obat indomethacin bersamaan dengan jobat lain dapat menimbulkan beberapa reaksi dalam tubuh yang perlu diketahui pasien. Reaksi tersebut antara lain:
1. Indomethacin dapat meningkatkan kadar methotrexate dalam darah.
2. Indomethacin meningkatkan risiko pendarahan pada saluran cerna jika digunakan bersamaan dengan warfarin.
3. Indomethacin dapat menurunkan efek hipotensi dari obat hydralazine, furosemide, β-blocker (contoh: atenolol, propranolol, oxprenolol) atau diuretik thiazide.
4. Indomethacin dapat meningkatkan risiko hiperkalemia jika digunakan bersamaan dengan diuretik hemat kalium, ACE inhibitor, suplemen kalium.
5. Indomethacin meningkatkan efek merusak ginjal jika digunakan bersamaan dengan ciclosporin atau triamterene.
6. Kadar indomethacine dalam darah dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan probenecid.
7. Indomethacin dapat meningkatkan kadar obat golongan aminoglikosida (amikacin, gentamicin) dalam darah pada bayi prematur.
8. Indomethacin dapat meningkatkan efek antipsikotik (contoh: rasa kantuk parah dan kebingungan) dari obat haloperidol.
9. Obat antasida yang mengandung aluminium atau magnesium dapat menurunkan gangguan saluran cerna yang disebabkan oleh indomethacin.
Interaksi yang berpotensi fatal: Obat diflunisal dapat menurunkan klirens (pengeluaran obat dari dalam tubuh) obat indomethacin dan meningkatkan kadar indomethacin dalam darah yang mana akan menimbulkan pendarahan pada saluran cerna.
Sumber:
pionas.po.go.id indometasin
drugs.com indomethacin
mims.com indometacin
Direktori