Punya Hipertensi, Cegah Risiko Stroke Perdarahan akibat Pecah Aneurisma
Salah satu jenis stroke yang fatal adalah stroke perdarahan. Pemicunya adalah pecahnya pembuluh darah otak karena tekanan darah meningkat
Nama Paten :
Acepress, Captensin, Farmoten, Forten, Otoryl, Scantensin, Tensicap, Tensobon, Vapril.
(ISO vol.50)
Captopril adalah obat yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif (kegagalan jantung dalam memompa darah yang dibutuhkan tubuh), gangguan ginjal akibat diabetes, serta meningkatkan harapan dan kualitas hidup penderita serangan jantung. (https://www.drugs.com/captopril.html)
Captopril adalah salah satu obat golongan ACE inhibitor, yang bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir dengan lebih lancar. (https://www.webmd.com/drugs/2/drug-964/captopril-oral/details)
Sama seperti obat lain, captopril juga memiliki efek samping negatif. Meskipun risiko efek samping ini terbilang cukup minim, Kamu tetap perlu mewaspadainya. Pasalnya, jika efek sampingnya muncul, kemungkinan dibutuhkan tindakan medis untuk mengatasinya. Segera hubungi dokter kalau Kamu mengalami salah satu dari gejala ini. Berikut sejumlah efek samping umum dari obat ini.
Efek samping yang umum terjadi antara lain nyeri dada, urine keruh, jantung berdebar, dan detak jantung tidak teratur. Efek samping yang jarang terjadi ialah nyeri pada rahang dan punggung, urine berdarah, timbul rasa tidak nyaman pada dada, penurunan tekanan darah, sering haus, napas tidak teratur, nafsu makan hilang, berkeringat, kesemutan di tangan dan kaki, mual dan muntah, serta terjadi peningkatan berat badan
Sedangkan efek samping yang sering tidak diketahui adalah gusi berdarah, feses berdarah, pandangan kabur, menggigil, batuk, demam tinggi, kesulitan buang air kecil, kulit pucat, bintik-bintik merah pada kulit, tenggorokan serak, seriawan, pembengkakan kelenjar, pandangan kabur, menggigil, serta perdarahan atau memar yang tidak biasa.
Sebelum menggunakan captopril, Kamu harus tahu peringatan dan pencegahannya. Hal ini penting untuk mencegah risiko reaksi yang tidak diinginkan. Gunakan captopril sesuai resep dari dokter. Minum captopril 1 jam sebelum makan atau sesuai anjuran dokter, dan minum air yang cukup. Obat ini tidak boleh digunakan pada ibu hamil dan menyusui, begitu pun saat akan melakukan operasi.
Tetap gunakan captopril walaupun gejala tampak membaik. Tekanan darah yang tinggi pada umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga pada umumnya obat akan digunakan seumur hidup. Segera temui dokter jika muncul gejala muntah, diare, atau berkeringat lebih dari biasanya. Saat menggunakan obat ini, biasanya Kamu juga akan mudah dehidrasi, tekanan darah terlalu rendah, gangguan elektrolit, atau gagal ginjal.
(https://www.drugs.com/captopril.html)
Dosis Captopril pada setiap pasien bisa berbeda-beda. Ikuti instruksi dokter dan label obat. Informasi berikut menjelaskan tentang dosis rata-rata dari obat ini. Kalau dosis yang sudah diberikan dokter kepada Kamu berbeda, jangan mengubahnya kecuali jika dokter yang memerintahkan.
Jumlah dosis Captopril yang diberikan tergantung dari kekuatan obat ini. Selain itu, jumlah dosis yang Kamu konsumsi setiap hari, jarak waktu antara konsumsi obat, dan seberapa lama obat harus dikonsumsi, tergantung dari masalah medis yang Kamu alami.
Dosis orang dewasa dalam bentuk oral:
1) Untuk terapi hipertensi: dosis awal 12.5 miligran 2 kali sehari. Dosis pertama sebaiknya diminum sebelum tidur. Dosis pemeliharaannya 25-50 miligram 2 kali sehari. Dosis maksimalnya 50 miligram 3 kali sehari.
2) Untuk terapi gagal jantung: dosis awal 6.25-12.5 miligram 2 kali sehari atau 3 kali sehari. Dosis pemeliharaannya 25 miligram 2 kali sehari atau 3 kali sehari. Dosis maksimalnya 50 miligram 3 kali sehari.
3) Untuk terapi setelah serangan jantung: dimulai 3-16 hari setelah serangan jantung. Dosis awal 6.25 miligram per hari, diikuti dengan 12.5 miligram 3 kali sehari selama 2 hari, kemudian 25 miligram 3 kali sehari. Dosis pemeliharaannya 75-150 miligram per hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi.
4) Untuk terapi nefropati diabetik (komplikasi pada ginjal akibat diabetes): diabetes tipe 1 dosisnya 75-100 miligram per hari dalam dosis terbagi.
(https://www.mims.com/indonesia/drug/info/captopril/?type=brief&mtype=generic)
Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Informasi ini tidak mencakup semua interaksi obat terhadap Captopril. Mengonsumsi obat ini dengan obat lain yang diinformasikan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, namun bisa saja dibutuhkan pada beberapa kasus. Kalau dokter memberikan dua obat secara bersamaan, biasanya dosis salah satu obat diubah atau frekuensi konsumsinya yang diubah, supaya kedua obat bisa bekerja dengan baik:
1) Captopril digunakan bersamaan dengan obat NSAID akan menurunkan efek hipotensi dari captropril dan meningkatkan resiko kerusakan ginjal.
2) Captopril memiliki efek hiperkalemi tambahan saat digunakan bersamaan dengan suplemen kalium, diuretik hemat kalium, dan obat lain (heparin).
3) Captopril bisa meningkatkan resiko leukopenia (jumlah sel darah putih menurun) saat digunakan bersamaan dengan obat prokainamide, allopurinol, sitostatik atau imunosupresan.
4) Captopril dapat meningkatkan resiko keracunan obat lithium.
Interaksi yang fatal adalah interaksi dengan obat aliskiren pada pasien diabetes karena memiliki efek hipotensi, hiperkalemia, dan perubahan fungsi ginjal (termasuk gagal ginjal akut).
Beberapa makanan dapat berinteraksi dengan Captopril dan berefek penurunan kadar kaptopril dalam darah. Hindari meminum Captopril bersamaan dengan ginseng karena kemungkinan dapat memperparah hipertensi dan bawang kemungkinan dapat meningkatkan efek antihipertensi.
(https://www.mims.com/indonesia/drug/info/captopril/?type=brief&mtype=generic)
Direktori