Cara pandang dunia kuliner terhadap makanan berubah seiring perkembangan zaman. Nyatanya, tidak semua hidangan istimewa yang sekarang terkenal mahal menjadi primadona di masa lampau. Kira-kira, makanan apa saja sih yang dimaksud? Yuk, telusuri fakta unik dari sajian mewah berikut ini satu per satu! (TA/AS)

pixabay.com
8 Hidangan Mahal yang Dulu Tak Berharga
Foie Gras
Dalam dunia kuliner, foie gras atau hati lemak angsa dikenal sebagai hidangan mewah khas Prancis. Satu kilogram hati lemak angsa bisa mencapai 795 ribu rupiah. Namun pada zaman Mesir Kuno dan Romawi Kuno, tentu saja harganya belum sefantastis itu. Penggemar daging bebek pun tidak ada yang mempertimbangkan untuk mengolah bagian hatinya.
Foie gras mulai mencuri perhatian orang-orang saat masa Renaisans di Eropa. Saat terjadi ledakan kuliner di masa tersebut, para koki pun mulai ahli mengolah makanan menjadi seni. Sejak itu, secara bertahap foie gras dianggap sebagai cita rasa kuliner yang mewah untuk disajikan kepada para bangsawan.
Namun terlepas dari harganya yang mahal, foie gras masih sering dianggap sebagai salah satu hidangan berkelas yang penyajiannya terlalu keji. Pasalnya, ada metode khusus yang dilakukan demi mendapatkan ukuran hati angsa yang gemuk. Angsa-angsa ini dimasukkan ke dalam kandang yang sangat sempit, yaitu sebesar ukuran badannya.
Lalu, mereka sering diberi makan dalam jumlah banyak, menggunakan slang yang dimasukkan ke tenggorokan. Ini bertujuan agar hati angsa membesar dan dipenuhi oleh lemak. Tak sedikit pihak yang mengecam cara ini sebagai bentuk penganiayaan hewan, demi mendapatkan hati angsa yang bernilai jual tinggi. Hiks, jadi enggak tega dan semakin berpikir ulang untuk mencicipinya ya, Gengs?