images
Source: Static

Pertanyaan ini seringkali dilontarkan oleh setiap pasangan yang mencoba mempertahankan kelestarian suatu hubungan harmonis. Kapan seharusnya pasangan melakukan sex? Apakah sesering mungkin atau hanya sesekali dalam sebulan? Berapakah frekuensi berhubungan sex yang benar?

Sebuah penelitian cukup membuka pikiran setiap pasangan yang sedang digalaukan dengan masalah ini. Dikatakan jika hubungan intim yang dilakukan serutin mungkin tidak menentukan kebahagiaan dari sebuah hubungan.

Banyak pasangan cenderung berpikir jika berhubungan intim sesering mungkin dapat meningkatkan kebahagiaan dalam suatu hubungan. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh seorang psikolog, Acacia Parks, Ph.D. mengatakan jika jumlah berhubungan sex yang cukup banyak tidak menjamin kualitas dan kebahagiaan hubungan. Bahkan ia menyimpulkan jika pasangan yang memiliki hubungan harmonis, rata-rata melakukan hubungan intim sekali dalam seminggu. Sehingga mulai saat ini, Anda perlu bijak untuk lebih fokus pada kualitas bukan kuantitas dari berhubungan intim.

Untuk membuktikan penelitian tersebut, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut:

  • Pastikan untuk memiliki “we time” setelah berhubungan intim. We time yang harus dimiliki setiap pasangan tentulah hal-hal yang membuat Anda merasa bahagia satu sama lain. Bahkan Parks mengatakan jika kegiatan ini merupakan yang terpenting daripada kegiatan sex itu sendiri. Intinya, jangan biarkan kegiatan lain merusak kebahagiaan Anda setelah melakukan hubungan intim, seperti mengecek HP, pergi ke kamar mandi, ataupun hal lain yang membuat Anda beranjak dari tempat tidur. Anda dapat berdiskusi tentang suatu hal yang penting bahkan tidak penting sekalipun.
  • Berikan pasangan ‘pekerjaan’ Anda untuk membantu pekerjaan rumah. Hasil penelitian lain membuktikan jika wanita yang memiliki mayoritas dalam setiap pekerjaan di rumah, rata-rata memiliki hubungan intim yang hambar. Mereka tidak menemukan kepuasan dalam melakukan kegiatan sex tersebut.
  • Mulai dengan pembicaraan di luar ruang tidur. 96% orang berpendapat jika kualitas sex terbaik didapatkan setelah pasangan mempunyai koneksi yang kuat sebelum melakukan hubungan intim tersebut.
  • Jangan biarkan pikiran “stress” merusak kegiatan Anda. Perempuan yang memiliki daya sex rendah, biasanya akan menghindari keinginan pasangan untuk melakukan hubungan intim jika dalam keadaan stres. Untuk itu, ladies siapkan diri Anda sebelum melakukan hubungan intim!

Jadikan hubungan intim adalah sebuah prioritas. Melakukan hubungan intim tidak hanya baik untuk menjaga keharmonisan sebuah hubungan, tetapi juga untuk Anda! Berbagai dampak baik untuk kesehatan akan Anda dapat, seperti menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan sistem imun, dan mengurangi risiko terkena penyakit kronis.

http://guesehat.com/wp-content/uploads/2016/09/images-e1475122830351.jpghttp://guesehat.com/wp-content/uploads/2016/09/images-150x150.jpgGueSehatSex & RelationshipTerbaruInformasi,SexPertanyaan ini seringkali dilontarkan oleh setiap pasangan yang mencoba mempertahankan kelestarian suatu hubungan harmonis. Kapan seharusnya pasangan melakukan sex? Apakah sesering mungkin atau hanya sesekali dalam sebulan? Berapakah frekuensi berhubungan sex yang benar? Sebuah penelitian cukup membuka pikiran setiap pasangan yang sedang digalaukan dengan masalah ini. Dikatakan jika hubungan intim...Blog Kesehatan GueSehat