Apa itu Angin duduk
Source: freepik.com

Saya teringat, 4 tahun yang lalu, saat masih berada di bangku kuliah kedokteran tahun ke-3. Ketika itu, saya merasa otak sudah mulai terisi berbagai informasi mengenai ilmu kedokteran, namun tentu saja pengalaman masih nol. Mungkin saya sudah tahu terapi dari berbagai penyakit umum, namun belum mengerti keluhan pasien ternyata bisa berbagai macam, dalam istilah yang disampaikan bisa jadi tidak umum seperti apa itu angin duduk atau istilah-istilah lain yang belum sering saya dengar sebelumnya. Dalam arti lain, saya hanya mengerti teori tetapi minim pengalaman.

Suatu ketika, saya mendapat kabar dari seorang teman lama bahwa salah satu orang tuanya meninggal dunia mendadak. Saat itu, saya penasaran, mengapa seseorang bisa meninggal mendadak. Angin duduk dikatakan sebagai penyebab kematiannya. Saya sempat heran apa itu angin duduk sebenarnya, walaupun saya sudah pernah mendengar hal ini sebelumnya. Sampai saat saya lulus kuliah, saya baru mengetahui bahwa angin duduk merupakan istilah awam dari angina (angina pectoris).

Pengertian Apa Itu Angin Duduk dan Penyebabnya

Angina pectoris merupakan keadaan pembuluh darah jantung yang sedikit kekurangan oksigen. Hal ini dapat disebabkan oleh sumbatan yang menutupi arus aliran nutrisi jantung tersebut. Penyebab sumbatan salah satunya adalah kolesterol. Sumbatan ini dapat menyebabkan rasa nyeri pada tubuh.

Gejala Angin Duduk atau Angina

Biasanya angina ditandai dengan adanya nyeri dada yang menyebar ke lengan kiri dan rahang kiri. Gejala angin duduk biasanya timbul setelah seseorang melakukan aktivitas fisik. Tidak heran jika sering terjadi setelah pasien berolahraga. Gejala tambahan ditandai dengan adanya sesak napas, berkeringat, dan nyeri ulu hati. Angina stabil biasanya hanya berlangsung sekitar 5 menit dan membaik dengan istirahat. Sedangkan angina yang tidak stabil menimbulkan nyeri lebih lama, sekitar 15 menit bahkan lebih, tidak ada perbaikan dengan istirahat, maupun obat jantung yang biasanya diletakkan di bawah lidah.

Apakah Berbahaya?

Bisa dibilang, angina adalah gejala awal dari penyakit jantung koroner. Sumbatan sudah ada, namun tidak cukup besar untuk menyumbat seluruh pembuluh darah tersebut. Apalagi jika seseorang memiliki hipertensi dan diabetes melitus, tentu risiko akan menjadi semakin besar.

Bagaimana Pertolongan Pertamanya?

Bawa ke rumah sakit terdekat! Sebagai pertolongan pertama, pasien akan diberikan oksigen dengan kadar tinggi dan obat jantung yang biasanya diletakkan di bawah lidah. Obat ini berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah agar aliran menjadi lebih baik. Selain itu akan diberikan pengencer darah agar darah lebih mudah melewati sumbatan-sumbatan itu. Jika sangat nyeri, dapat diberikan obat anti nyeri. Jika sudah pernah mengalami angina, seseorang biasanya akan terus mengonsumsi obat pengencer darah.

Pemeriksaan yang Harus Dilakukan

Seseorang akan diminta untuk menjalani rekam jantung, sebagai konfirmasi untuk melihat apakah sudah ada area jantung yang mengalami iskemik atay kekurangan oksigen. Selain itu, dapat dilakukan juga pemeriksaan darah untuk melihat adanya peningkatan enzim jantung, gejala rusaknya otot jantung. Jika memang rumah sakit tersebut menunjang, dapat dilakukan pemeriksaan invasif berupa pemasangan ring.

Cara Mencegah

Untuk mencegah angin duduk atau angina perlu menerapkan pola hidup sehat. Anda harus rutin berolahraga, minimal setengah jam sehari, hindari konsumsi makanan berlemak dan kolesterol tinggi, dan ganti makanan yang sehat untuk jantung serta hindari rokok.

Jadi, jika Anda bertanya apa itu angin duduk atau angina, serta melihat seseorang terdekat Anda mengalaminya, Anda bisa tau jawabannya dan
lebih
aware dan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama secepat mungkin.

http://guesehat.com/wp-content/uploads/2016/12/Untitlefdhgcd.pnghttp://guesehat.com/wp-content/uploads/2016/12/Untitlefdhgcd-150x150.pngJessica ChristyKomunitasMedisTerbaruAngin duduk,InformasiSaya teringat, 4 tahun yang lalu, saat masih berada di bangku kuliah kedokteran tahun ke-3. Ketika itu, saya merasa otak sudah mulai terisi berbagai informasi mengenai ilmu kedokteran, namun tentu saja pengalaman masih nol. Mungkin saya sudah tahu terapi dari berbagai penyakit umum, namun belum mengerti keluhan pasien ternyata...Blog Kesehatan GueSehat